Obat Demam, Flu dan Batuk Akibat Perubahan Cuaca

By | Januari 29, 2015
Perubahan cuaca tentunya sangat mempengaruhi kesehatan anda dan keluarga anda. Flu merupakan salah satu penyakit tersering yang timbul pada saat perubahan cuaca terjadi

Umumnya diawali dengan gejala seperti demam, batuk pilek, rasa kedinginan (menggigil), nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Berbeda dengan diare, flu dapat ditularkan lewat dahak / lendir dari batuk atau bersin orang yang menderita flu, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus influenza. Namun virus ini juga dapat dilemahkan oleh sinar matahari, sabun dan desinfektan, sehingga masih dapat ditekan risiko penularannya.

Suhu dingin adalah adalah kondisi dimana suhu udara berada jauh di bawah normal, suhu dingin ini dapat memicu timbulnya berbagai gangguan kesehatan pada manusia, apalagi jika daya tahan tubuh sedang tidak fit.
Batuk biasanya disertai dengan gejala pilek. Pilek adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh infeksi virus di area hidung. Biasanya dipengaruhi juga oleh sinus, telinga dan saluran paru-paru (brochus). Gejala pilek yang berupa bersin, hidung meler dan tersumbat, gatal atau radang tenggorakan dan gejala lainnya, sering sekali mengganggu aktivitas. 
Batuk dan Pilek biasanya terjadi selama 1-2 minggu. Batuk dan pilek yang tidak sembuh hingga lebih dari 2 minggu kemungkinan disebabkan oleh alergi. Bila demikian, maka batuk dan pilek tersebut tidak dapat disembuhkan. Yang harus dilakukan adalah menghindari allergen. Bila batuk, pilek dan flu berkepanjangan, sebaiknya kunjungi dokter.  

Pencegahan dan Penanganan yang dapat dilakukan : 
  • Makan Bergizi
Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang terutama yang tinggi kandungan protein, vitamin A, vitamin C sebagai antioksidan dan mineral terutama seng (zinc), agar tubuh memiliki cukup pertahanan.

  • Pelihara Lingkungan
Putuskan mata rantai penyakit dengan menjaga lingkungan tetap bersih. Dan, hindarkan anak-anak dari tempat yang berpotensi menularkan penyakit seperti rumah sakit.

  • Lakukan Kebiasaan Hidup yang Baik
Bersama keluarga lakukan kebiasaan seperti mencuci tangan setiap akan makan dan setelah bepergian, karena terbukti mampu menurunkan angka kematian bayi, diare dan risiko flu burung.

  • Istirahatlah yang cukup
Dengan istirahat yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh yang dibutuhkan untuk  melawan infeksi kuman penyakit.

  • Konsumsi Obat Pereda Nyeri dan Demam
Apabila menderita gejala nyeri sendi, demam yang biasanya terjadi pada kasus Flu, ISPA dan   Batuk Pilek, penanganan yang dilakukan adalah dengan mengkonsumsi anti nyeri dan demam yang dijual bebas seperti parasetamol.

  • Rajin basuh tangan dengan sabun

tangan kita menjadikan sumber perpindahan virus ke tubuh kita melalui aktifitas seperti: bersentuhan dengan daun pintu, bersentuhan dengan uang, pintu mobil dan lain-lain yang juga di sentuh oleh orang selain kita. Studi tentang hal ini sudah di pelajari sewaktu SARS mewabah. Dari sana virus yang sudah mencemari segala yang di sentuh oleh pengidap flu bisa berpindah ke jemari tangan kita.

  • Sering berkumur-kumur

Virus flu memasuki tubuh melewati lubang hidung dan rongga mulut. Selain hidung harus terjaga bersih, mulutpun pertahananya perlu kokoh atau kuat. Maka disarankan untuk berkumur sesering mungkin. Untuk obat kumur kita bisa menggunakan seduhan daun sirih atau memakai obat kumur yang ada di pasaran. Dengan cara demikian kita berusaha mengenyahkan bibit penyakit yang mungkin sudah mulai mengendap di rongga mulut, termasuk bibit virus flu.

Untuk mengatasinya banyak orang menggunakan dekongestan dalam bentuk semprotan hidung tanpa resep dokter. Tapi obat ini tidak berlaku untuk semua kasus hidung tersumbat, apalagi tanpa pengawasan dari dokter.
Apabila mengalami hidung tersumbat karena flu, alergi atau pilek bisa mencoba pengobatan alami terlebih dahulu yang sudah terbukti dapat melegakan hidung. Cara-cara tersebut antara lain:

Larutan air garam
Campuran steril atau air yang telah direbus dan sedikit garam bisa digunakan untuk mengairi rongga sinus. Mungkin ini sedikit aneh tetapi ada banyak bukti ilmiah dibalik cara ini. Pengairan sinus bisa menggunakan teko kecil yang disebut ‘neti pot’. Air garam membersihkan hidung dan rongga sinus dari kotoran, kuman dan alergen sekaligus melembabkan. Banyak orang mencoba cara ini dengan hasil yang cukup memuaskan.

Kompres Hangat di Wajah
Duduk atau tiduran dengan handuk hangat di wajah dapat meringankan rasa tidak nyaman dan membuka hidung yang tersumbat. Salah satu fungsi hidung untuk menghangatkan dan melembabkan udara pernafasan, menghangatkan hidung dan sinus membuat pembengkakan dan produksi lendir berkurang yang melegakan hidung.

Minyak kayu putih
Menghirup minyak kayu putih dapat membuka sinus yang tersumbat. Bisa juga dengan meminum obat yang berbahan dasar kayu putih untuk membersihkan hidung yang tersumbat.

Menthol
Peppermint mengandung mentol, kita bisa mendapatkan mentol ini dari teh peppermint, permen peppermint atau produk lainnya yang mengandung bahan yang sama. Meskipun tidak sekuat minyak kayu putih tetapi sering membawa dampak yang baik.

Menghirup uap air
Saat menghirup uap anda harus hati-hati jangan terlalu dekat dengan air panas. Uap air menghangatkan sekaligus melembabkan hidung, mengurangi pembesaran khonka hidung yang memproduksi lendir.

Hindari kolam renang yang diklorinasi
Meskipun air melembabkan tetapi klorin di kolam dapat mengiritasi selaput lendir hidung

Hindari alergen
Jika anda menderita alergi, ketahui alergen-alergen apa yang memicu iritasi hidung anda. Bisa dari debu, binatang,makanan, udara dingin, tungau maupun zat kimia. Banyak orang yang tidak sadar bahwa dia alergi pada susu, jika anda sering mengalami hidung tersumbat tanpa diketahui sebabnya cobalah untuk berhenti mengkonsumsi susu dan produk turunannya apabila hidung tersumbat anda membaik setelah berhenti mengkonsumsi susu maka besar kemungkinannya anda alergi terhadap susu.

Jika anda sudah terkena demam, ada baiknya mencoba menerapkan pengobatan back to nature yang bebas dari kandungan zat kimiawi. Berikut ini ada beberapa obat-obatan alami yang secara garis besar terjangkau atau mudah didapatkan di kebun Toga (tanaman obat keluarga) ataupun pada penjual/pasar:

Bawang merah (Allium cepa L.)
Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin. Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis) 
Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri. Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

Meniran (Phyllanthus niruri L.) 
Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

Air kelapa muda 
Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.

Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans) 
Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit. Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.

Kunyit (Curcuma longa) 
Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye. Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

Sambiloto (Andrographis paniculata) 
Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol. Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.

Pegagan (Centella asiatica L.)
Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan. Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)
Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda. Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal. Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *