MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN

By | Juli 10, 2013
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

            Pendidikan  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik  secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan mempunyai tujuan untuk mengembangkan  sumber daya manusia yang dilakukan secara sitematis, praktis, dan  berjenjang. Untuk mewujudkan  tujuan tersbut guru memiliki peranan yang sangat besar demi tercapainya proses belajar  yang baik. Sehubungan  dengan peranan ini, seorang guru dituntut harus mempuyai kompetensi yang memadai dalam hal mengajar di sekolah. Kurangnya potensi guru maka menyebabkan pelaksanan mengajar manjadi kurang lancar yang berimplikasi pada siswa tidak senang pelajaran, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam belajar dan prestasi dalam belajarnya menurun.

Penggunaan model pembelajaran yang tepat didalam proses pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan selalu menjadi harapan para guru untuk mencapai keberhasilannya dalam melaksanakan tugasnya didalam pembelajaran. Dapat dikatakan guru Kelas III SDN 1 Mowilapada suatu prosespembelajaran menggunakan media belajar seta metode dalam membantu proses pembelajaran.

Permasalahan yang terjadi dikelas Kelas III SDN 1 Mowila adalah kurangnya pemahaman siswa tentang mata pelajaran IPA khususnya pada materi Ciri-ciri dan Kebutuhan Makhluk Hidup. Hal ini terbukti bila diadakan ulangan harian siswa tentang materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup lebih rendah dari pada pokok bahasan lain pada mata pelajaran IPA.

Beberapa kemungkinan penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada materi cirri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup adalah:

a.         guru tidak menggunakan metode pembelajaran yang tepat pada saat memberikan materi pada siswa.

b.        Kurangnya kreatif guru dalam memberikan contoh pada siswa yang berhubungan dengan materi yang diajarkan.

c.         Kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan model pembebelajaran yang tepat pada materi cirri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup yang diajarkan.

Untuk meningkatkan pemahaman murid terhadap materi cirri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup maka peneliti memilih menggunakan metode demonstrasi dan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran untuk meningkan pemahaman siswa terhadap materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup.

Sanjaya (2006), dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahwa demonstrasi adalah cara penyajian pembelajaran yang memperagakan dan mempertunjukan pada siswa tentang suatu proses, situasi dan benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemokrasikan. Adapun kelebihan dari metode demonstrasi ini yaitu:

a)             Pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit sehingga tidak terjadi verbalisme.

b)             Siswa akan lebih mudah memahami materi yang didemonstrasikan.

c)             Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tidak hanya mendengarkan tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.

d)            Siswa akan lebih aktif mengamati dan tertarik untuk mengamatinya sendiri.

e)             Menyajikan materi yang tidak disajikan oleh metode lain.

Adapun kelemahan dari metode demonstrasi adalah:

a)             Tidak semua guru dapat melakukan demonstrasi dengan baik.

b)             Terbatasnya sumber belajar, alat pelajaran, media pembelajaran, situasi yang sering tidak mudah diatur, dan terbatasnya waktu.

c)             Demonstrasi memerlukan waktu lebih banyak dibandingkan dengan metode ceramah dan tanya jawab.

d)            Metode demonstrasi memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang.

Tujuan menggunakan pendekatan adalah mengiring cara pandang/persepsi dan atau proses pengkajian terhadap pembelajan dengan terminologi sehingga akan diperoleh suatu pemahaman dan pembetukan perilaku siswa yang diharapkan

Berdasarkan  uraian diatas, maka peniliti menindak lanjutinya dengan melakukan penelitian dengan judul .

“meningkatkan pemahaman siswa tentang materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup dengan menggunakan metode demonstrasi, pendekatan lingkungan di kelas Kelas III SDN 1 Mowila”

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian  ini adalah:”apakah pemahaman siswa Kelas III SDN 1 Mowiladapat meningkat tentang materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup dengan pembelajaran demonstrasi, pendekatan lingkungan“?

C. TUJUAN PENILITIAN

Sejalan  dengan rumus masalah tersebut diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas  Kelas III SDN 1 Mowilapada materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup melalui pembelajaran demonstrasi, pendekatan lingkungan.

D. MANFAAT PENELITIAN

            adapun manfaat penalitian ini adalah sebagai berikut:

1)             Bagi siswa, yaitu dapat meningkatkan pemahaman siswa khususnya pada materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup.

2)             Bagi guru, yaitu dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran dikelas, sehingga materi pelajaran ipa dapat dipahami dengan baik oleh siswa.

3)             Bagi skolah, yaitu hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah karena dapat memacu tumbuhnya semangat kolaborasi antara komponen pendidik.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. TEORI

1. HAKIKAT IPA

Pengetahuan alam adalah pengetahuan antara alam semesta dengan segala isinya. Adapun pengetahuan itu sendiri artinya segala sesuatu yang diketahui oleh manusia jadi, menurut Hendro Darmojo (sumatowa, 1999) IPAadalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya. Lebih lanjut, Nash (Samatowa, 2006:2) menyatakan bahwa: IPA itu adalah suatu cara atau mengamati dunia ini bersifat analisis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain. Sehingga keseluruhannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya.

            IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Sebagai mana IPA juga merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan proses kehidupannya dialam.

            Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan yang dapat mengakrabkan kita dengan alam dan mahluk hidup lainnya.

2.Pengertian Demonstrasi Dan Pendekatan Lingkungan

            Sanjaya (2006), dan sumantri dan permana (1998/1999) mengemukakan bahwa demonstrasi adalah cara menyajikan pembelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukan oleh guru atau sumber belajar yang ahli dalam topikbahasan yang harus didemonstrasikan.

Metode demontrasi

                   Metode demontrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang dilakukan misalnya proses mengerjakan sesuatu, proses menggunakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, atau untuk mengtahui/kebenaran sesuatu.

            Pendekatan adalah cara umum dalam memandang permasalahan atau objek kajian, sehingga berdampak ibarat orang memakai kaca mata dengan warna tertentu pada saat memandang alam sekitar. Raka joni (1993). Herawati susilo (1998) mengemukakan bahwa pendekatan bersifat aksiomatis yang menyatakan pendirian filosofi dan keyakinan berkaitan dengan serangkaian asumsi. Pendekatan lingkungan adalah mengajarkan IPA dengan cara pandang bahwa mengembangkan kebiasaan siswa menggunakan dan memperlakukan lingkungan secara bijaksana dengan memahami factor politis, ekonomi, social budaya, ekologis yang mempengaruhi manusia dalam dan memperlakukan lingkungan tersebut. Pada pendekatan ini pembelajaran dikembangkan dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk mengembangkan sikap dan prilaku peduli dan mencintai lingkungan, dan untuk mengembangkan keterampilan meneliti lingkungan.

3. Pelaksanaan Metode Demonstrasi, Pendekatan Lingkungan

Tujuan demokrasi, pendekatan lingkungan adalah:

1)                       Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dikuasai oleh siswa,

2)                       Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada siswa

3)                       Mengembangkan kemampuan pengamatan kepada siswa secara bersama-sama.

Dalam pelaksanaan pelaksanaan metode demokrasi melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1.         Kegiatan awal

·           Merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa.

·           Menyusun materi yang akan diajarkan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

·           Menyiapkan garis besar langkah-langkah demokrasi yang akan dilakukan untuk mempermudah penguasaan materi yang telah disiapkan.

2.        Kegiatan pelaksanaan metode demonstrasi

a.         Kegiatan pembuka

·          Aturlah tempat duduk yang memungkinkan setiap siswa dapat memperhatikan apa yang didemonstrasikan guru.

·          Timbulkan motipasi siswa dengan mengemukakan khasus dimasyarakat yang ada kaitannya dengan pelajaran yang akan dibahas.

·          Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa dan juga tugas-tugas apa yang harus dilakukan disamping dalam demonstrasi nanti.

b.        Kegiatan inti pembelajaran

·          Mulailah melakukan demonstrasi sesuai yang telah direncanakan dan dipersiapkan oleh guru.

·          Pusatkan perhatian siswa kepada hal-hal penting yang harus dikuasai dari demonstrasi yang dilkukan oleh guru sehingga semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan sebaik-baiknya.

·          Ciptakan suasana kondusif dan hindari suasana menegangkan.

·          Berikan kesempatan pada siswa untuk aktif dan kritis mengikuti proses demonstrasi termasuk memberi kesempatan bertanya dan komentar-komentar.

c.         Kegiatan mengakhiri pemblajaran.

Jika demonstrasi telah selesai, yang dilakukan guru selanjutnya adalah:

·      Meminta siswa merangkum atau menyimpulkan pokok-pokok  atau langkah-langkah kegiatan demonstrasi.

·      Memberikan kesempatan pada siswa untuk brtanya mengenai hal-hal yang belum dipahami.

·      Melakukan evaluasi,baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi bersama tentang jalanya proses demonstrasi.

·      Tindak lanjut baik berupa tugas-tugas berikutnya maupun tugas-tugas untuk mendalami materi yang baru duajarkan.

            Tujuan menggunakan pendekatan adalah mengiring cara pandang/persepsi dan atau proses pengkajian terhadap materi pembelajaran dengan suatu terminology sehingga akan diperoleh suatu pahaman dan pembetukan prilaku siswa yang diahapkan.

B. PENELITIAN RELAVAN

            Samsul Arif (2009), penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas Kelas III SDN 1 MowilaDesaMataiwoiKecamatanMowilaKabupatenKonawe Selatan.

C. KERANGKA BERFIKIR

            Hasil belajar siswa dan pmahaman siswa terhadap mata pelajaran IPA dikelas Kelas III SDN 1 Mowila khususnya pada materi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup masih tergolong rendah, hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang belum mencapai kreteria. Salah satu penyebabnya adalah guru cenderung menggunakan metode ceramah saat memberikan pelajaran pada siswanya. Sehingga siswa hanya sebagai pendengar, sehingga siswa kurang berpartisipasi aktif yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa dan pemahaman siswa. Oleh karena itu dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat untuk mengajar IPA. Oleh karena itu dengan menggunakan metode demonstrasi, pendekatan lingkungan siswa akan lebih paham dengan pelajaran IPA.

            Dengan demonstrasi siswa dapat mengamati dan dapat melakukan secara langsung apa yang telah dipelajari dan dengan pendekatan lingkungan siswa dapat mengembangkan penelitian terhadap lingkungannya sehingga siswa termotovasi untuk mengikuti pelajaran.

            Berdasarkan pemikiran diatas, maka metode demonstrasi pendekatan lingkungan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa Kelas III SDN 1 Mowilapada materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup.

D. HIPOTESIS TINDAKAN

            Berdasarkan kajian teori, hasil penilitian yang relavan dan kerangka berfikir, maka hepotesis tindakan dalam peniltian ini adalah “melalui metode demonstrasi, pendekatan lingkungan pemahaman kelas Kelas III SDN 1 Mowilapada materi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup dapat ditinkatkan.

.


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) karekteristik  khas dari PTK adalah adanya tindakan atau aksi tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran  dikelas. PTK merupakan  penelitian yang dilakukan oleh guru yang mengajar di kelas sendiri melalui refleksi diri  dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.

B. SETING PENELITIAN

            Penelitian ini dilaksanakan di Kelas III SDN 1 Mowila Kecamatan  Mowila Kabupaten Konawe Selatan, pada kelas II semester I tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus yang setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan.

C.SUBJEK PENELITIAN

            Subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas III SDN 1 Mowila, dengan jumlah …..orang terdiri dari …. laki-laki dan …..perempuan. Karekteristik di SD Negeri 1 Mowila secara umum adalah kurang peduli dengan pembelajaran karena minat belajarnya masih tergolong rendah, hal ini terjadi karena dilator belakangi oleh keluaga yang kurang paham terhadap pentingnya pendidikan. Sehingga orang tua menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya pada sekolah.

D.  FAKTOR YANG DITELITI

            Faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah:

1)      Faktor guru

Aktifitas guru  dalam mengelola pembelajaran menggunakan metode pembelajaran demonstrasi, pendekatan lingkungan, yang diitung menggunakan lembar observasi aktivitas guru.

2)      Faktor siswa

Aktifitas siswa dalam proses pembelejaran menggunakan lembar obsevasi.

Aktifitas siswa dan hasil belajar siswa pada materi.

Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup melalui metode demonstrasi, pendekatan lingkungan yang diukur dengan menggunakan hasil tes setiap akhir siklus.


E. RENCANA TINDAKAN

            Pelaksanaan penelitian tindakan ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Adapun langkah-langkah pada pada siklus penelitian ini adalah:

Alternative pemecahan
(rencana tindakan)

 
permasalahan

 
Pelaksanaan tindakan

 
clip image001 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN clip image002 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
clip image003 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
 


clip image004 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
obsevasi

 
Analisis data

 
clip image005 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
Refleksi

 
Terselesaikan

 
clip image006 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN                                                                                                                  

clip image007 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
Belum terselesaikan

 
Alternatif  pemecahan
Rencana tindakan

 
clip image008 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
clip image009 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
terselesaikan

 
clip image010 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN clip image011 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
observasi

 
clip image012 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
clip image013 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
Siklus selanjutnya

 
Belum terselesaikan

 
clip image014 - MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG MATERI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI, PENDEKATAN LINGKUNGAN
 


Gambar 1 Alur PTK

(tim proyek PGSM 1999;27)

Keterangan:

                        Adapun prosedur penelitian tindakan ini meliputi

1. perencanaan

2. pelaksanaan tindakan

3. Obserpasi dan evaluasi

4. Refleksi dalam setiap siklus

Secara rinci kegiatan  pada masing-masing tahap ini diuraikan sebagai berikut:

SIKLUS I

1. Perencanaan

     Kegiatan pada tahap ini meliputi:

a)      Peneliti bersama dengan guru berdiskusi, mengespresikan teori yang relavan dan mengidentifikasi masalah pembelajaran kemudian alternative tindakan yang ditunjukan dalam pembelajaran, kemudian alternatif tindakan yang dihadapi  dalam pembelajran IPA disekolah, yaitu penerapan metode demonstrasi.

b)      Peneliti menyamakan persepsi tentang metode demonstrasi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran materi pokok ciri-ciri dan kebutuhan  makhluk hidup.

c)      Peneliti membuat rencana pembelajaran dan scenario pembelajaran .

d)     Membuat LKS.

e)      Membuat pengamatan aktivitas belajar siswa dan lembar observasi pengamatan guru dalam proses pembelajaran.

2. Pelaksanaan tindakan

            Kegiatan pada tahap ini adalah pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan dengan penerapan metode demonstrasitentang materi pokok  ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk pertemuan pertama dan kedua.

3. Observasi

            Dalam tahap ini dilaksanakan observasi terhadap  pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang tlah dirancang sebelumnya. Observasi atau pengamatan yang dilakukan oleh guru teman sejawat (observer) untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran

4. Evaluasi

            Pada akhir siklus dilakukan evaluasi bertujuan untuk melihat keberhasilan perencanaan tindakan.

5. Refleksi

            Kegiatan refleksi bertujuan untuk menganalisa hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi yang dilakukan peneliti bersama observer, dari hasil diskusi dirumuskanlah kelebihan-kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pembelajaran pada siklus I untuk selanjutnya dilakukan perbaikan pada siklus II.


SIKLUS II

1. Perencanaan

            Kegiatan pada tahap ini meliputi

a)      Penliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pertemuan ke-2.

b)      Membuat lembar kerja siswa.

c)      Membuat alat evaluasi hasil belajar siswa dalam materi pokok ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup yaitu tes untuk  nsiklus siklus ke-2.

2. Pelaksanaan tindakan

            Kegiatan pada tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan penerapan metode demonstrasi materi pokok ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup sesui dengan rencana pelaksanaan pembeljaran untuk pertemuan ke-2.

F.  DATA DAN TEHNIK PENGAMBILAN DATA

1)      Sumber data

Sumber data dalam penelitian ini adalah guru.

2)      Jenis data

Jenis data yang diperoleh adalah data kuantatif dan data kualitatif. Data tersebut diperoleh dari nilai tes hasil belajar siswa yang diajarkan.

3)      Teknik pemgambilan data

·         Data mengenai kondisi  pelaksanaan pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar observasi.

·         Data mengenai hasil belajar IPA diambil dengan menggunakan tes hasil belajar.

·         Data mengenai aktifitas siswa diambil dengan menggunakan lembar observasi.

 G. ANALISIS DATA

            Untuk mengnalisis data dalam penelitian ini digunakan analisis deskretif, yakni menghitung persentase aktivitas guru dan siswa serta ketuntasan hasil belajar IPA siswa secara klasikal

            Untuk menghitung persentase aktivitas guru dan aktivitas siswa menggunakan:

Persentase aktivitas guru/aktivitas siswa =

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *