JENIS-JENIS DAN FUNGSI MUSIK TRADISIONAL DARI SULAWESI SELATAN

By | Juli 10, 2014

Sulawesi Selatan tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tapi juga kaya akan warisan budaya dan kesenian. Hal ini bisa dilihat dari keanekaragaman kebudayaan dan kesenian yang berasal dari daerah tersebut, seperti ritual adat, tari-tarian, hingga alat musik tradisional.

Abad ke – 14 merupakan masa sejarah paling penting yang terjadi di Sulawesi Selatan di mana pada saat itulah terdapat beberapa kerajaan yang terkenal. Diantaranya Kerajaan Luwu, Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, Kerajaan Tallo, dan Kerajaan Soppeng yang dipimpin oleh masing-masing rajanya pada saat itu.

Lalu di tahun 1538, menurut sejarah di tahun itulah orang-orang Portugis mulai datang ke Sulawesi melalui pelabuhan Makassar. Mereka lalu menghadap kepada Raja Gowa IV yang saat itu bernama Tumapa. Tujuan orang-orang Portugis itu datang ke Kerajaan Gowa adalah untuk menyiarkan agama Katolik sambil melakukan perdagangan.

Dan saat ini Provinsi Sulawesi Selatan dihuni oleh beberapa etnis atau suku bangsa yang jika digolongkan maka mayoritas mereka adalah Suku Makassar, Suku Bugis, dan Suku Toraja. Bahkan bahasa daerah dari ketiga suku ini lebih dominan digunakan di Sulawesi Selatan. Namun Suku Toraja memiliki keunggulan dibanding dua suku lainnya, yaitu kebudayaannya berupa Tanah Toraja yang sangat menarik itu begitu dikenal sampai ke manca negara.

Penjelasan Tentang Alat Musik Sulawesi Selatan

Gendang
Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya. Gendang adalah alat musik jenis pukul yang dimainkan dengan tangan. Gendang terbuat dari kayu berongga yang kedua ujung atau salah satu ujungnya ditutup dengan kulit yang diregangkan sehingga akan mengeluarkan bunyi jika dipukul.

Rebana
Rebana juga hampir sama dengan gendang, bedanya adalah gendang dibuat lebih memanjang, sedangkan Rebana dibuat pipih dan biasanya berdiamater lebih besar dibandingkan dengan Gendang. Alat musik rebana ini juga dibuat dari bahan kulit dan kayu.

Serunai
Serunai adalah alat musik tiup yang biasa dibuat dari bambu kecil. Serunai juga merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Selatan.

Gong
Sama dengan Provinsi Sulawesi Tenggara, Gong juga ada di Sulawesi Selatan. Alat musik yang terbuat dari logam yang mengeluarkan suara “Gong..Gong” ini ketika dipukul juga sering digunakan untuk acara pentas seni dan adat istiadat di Sulawesi Selatan.

Kentongan
Masih sejenis alat musik pukul yang tidak memiliki tangga nada, kentongan biasanya dibuat dari kayu atau bambu yang dimainkan dengan cara diketuk dengan alat pengetuk kentongan.

Kenong
Nama alat musik yang satu ini mungkin agak kurang populer di telinga kita. Namun sebenarnya Kenong ini adalah hampir sama dengan Gong. Hanya saja dalam musik gamelan, gong yang paling besar dan paling gemuk biasanya disebut Kenong.

Kecapi
Kecapi merupakan salah satu alat musik petik yang mungkin cara memainkannya sedikit sulit untuk dipelajari dibanding dengan alat musik lainnya di atas. Kecapi biasanya digunakan untuk memperkaya suara-suara yang dihasilkan dalam musik-musik tradisional. Kecapi memiliki beberapa senar yang dimainkan dan dipetik secara horizontal. Kecapi juga termasuk menjadi alat musik tradisional Sulawesi Selatan.

Itulah beberapa alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Jika anda ingin mengetahui beragam alat musik tradisional dari provinsi lain di Indonesia, silakan anda baca artikel saya yang berikutnya.

BERIKUT ADALAH JENIS-JENIS, CIRI-CIRI, FUNGSI, DAN INTRUMENT MUSIK TRADISIONAL DAERAH SULAWESI SELATAN 

Jenis Musik : Passuling

Ciri-ciri                   :
Biasanya dilantunkan pada acara pedukaan.
Biasanya diiringi dengan alat musik suling dari toraja (suling lembang) dan biasanya dimainkan oleh pria.

Instrumen yang digunakan    :

  • Suling Lembang                                                          

Fungsi                 :
Biasanya digunakan untuk mengiringi lantunan lagu duka (pa’marakka) dalam menyambut keluarga atau kerabat yang menyatakan dukacitanya.
atau dapat juga dimainkan di luar acara kedukaan, bahkan boleh dimainkan untuk menghibur diri dalam keluarga pedesaan sambil menunggu padi menguning.

Jenis Musik            : Paggambusu (musik gambus)
                                                                                            
Ciri-ciri                   :
Musik ini biasa dijumpai pada acara pernikahan.
Musik  gambus identik dengan musik islami karena nuansa musiknya terasa lembut dan bernada dasar realigi.
Musik  gambus sudah jarang ditemukan,khususnya didaerah kabupaten Pangkep karena umumnya masyarakat modern kini lebih dominan menyukai musik-musik modern,seperti:elekton,orkes,band pop dll.
Kesenian musik ini lebih mengutamakan alat musik gambusnya daripada instrument pendukung yang lain.sehingga,apabila didengar dari jarak jauh hanya gambusnya yang terdengar.
Instrumen yang digunakan    :
  • Gambus.
  • Rebana.
  • Kerinci
  • Suling bamboo.
Fungsi                 :
Sebagai sarana hiburan untuk masyarakat agar kelestarianya tetap terjaga.
Dahulunya musik ini berfungsikan untuk menghibur para keluarga Karaeng yang dimainkan oleh para budak.namun,sekarang semua orang bisa menikmati musik ini.

Jenis Musik            : Musik Sinrilik

Ciri-ciri                   :
Berupa sastra Makassar yang berbentuk prosa yang cara penyampaiannya dilagukan secara berirama baik dengan menggunakan alat musik maupun tanpa menggunakan alat musik.
Biasanya diiringi dengan alat musik tradisonal Makassar seperti alat musik Kesok-kesok (alat musik sejenis rebab).
Musik Sinrilik biasanya berisi pesan atau nasehat, kisah perjuangan.
Musik Sinrilik ini juga dapat dijadikan sebagai musik penghibur bagi komunitas yang telah ditinggalkan oleh kerabat atau keluarganya.

Instrumen yang digunakan    :
  • Gendang
  • Kesok – Kesok (Rebab)
Fungsi                 :
Biasanya digunakan pada acara kematian atau kedukaan.
Dapat pula dijadikan sebagai hiburan bagi orang yang ditinggalkan.

Jenis Musik            : Pakkacaping (I)

Ciri-ciri                   :
Menggunakan alat musik kecapi sebagai alat musik yang utama.
Kesenian musik ini biasa dijumpai pada upacara adat kekaraengan,acara-acara resmi dan acara pernikahan.
Musik kecapi ini biasanya diikuti oleh satu atau dua orang penyanyi yang berbalas pantun melalui nyanyian dengan cara mengikuti syair musiknya .
Meskipun musik ini mempunyai penyanyi namun kesenian musik ini lebih mengutamakan syair alat musik kecapinya.
Dalam hal ini,penyanyi hanya berperan sebagai pelengkap irama agar musik ini terasa merdu didengar dan lebih hidup.
Instrumen yang digunakan    :
  • Kecapi
Instrumen pelengkapnya     :
  • Kerinci
  • Gendang
  • Rebab dan
  • Suling bambu
Fungsi                 :
Untuk melestarikan kebudayaan masyarakat sulawesi selatan.
Sebagai sarana hiburan masyarakat agar kelestarianya tetap terjaga.

Jenis Musik            : Pakkacaping (II)

Ciri-ciri                   :
Kesenian musik ini biasa dijumpai pada acara pernikahan khusus untuk keturunan berdarah biru atau keturunan Karaeng,Andi atau Daeng.
Musik ini biasa dijumpai pada upacara adat kekaraengan dan acara-acara resmi lainya seperti penyambutan tamu terhormat.
Musik ini juga tidak sembarangan orang bisa mempergelarkannya hanya orang-orang yang berketurunan darah biru yang bisa mempergelarkannya.
Musik ini juga bisa dipergelarkan apabila sangat perlu ,tapi jika acara tersebut tidak harus membutuhkan musik penpangganrang, maka musik ini tidak boleh sama sekali dipertunjukkan.
Instrumen yang digunakan    :
  • Gendang
  • Gong
  • Suling bambu
  • Gambang
  • Pui-pui (semacam terompet)
Fungsi                                     :
Musik ini biasa dijumpai pada acara pernikahan.
Musik  gambus identik dengan musik islami karena nuansa musiknya terasa    lembut dan bernada dasar realigi.
Musik  gambus sudah jarang ditemukan,khususnya didaerah kabupaten Pangkep karena umumnya masyarakat modern kini lebih dominan menyukai musik-musik modern,seperti:Electone,Orkes,Band Pop dll.
Kesenian musik ini lebih mengutamakan alat musik gambusnya daripada instrument pendukung yang lain.sehingga,apabila didengar dari jarak jauh hanya gambusnya yang terdengar.
Jenis Musik            : Pa’pelle/Pa’barrung
Ciri-ciri                   :
Alat musik yang digunakan terbuat dari batang  padi dan disambungkan sehigga mirip terompet.
Biasanya digunakan dalam upacara pentahbian rumah adat (Tongkaonan).
Instrumen yang digunakan    :
Alat musik yang terbuat dari batang padi.
Fungsi                 :
Pa’barrung biasa dimainkan pada upacara pentahbisan rumah adat (Tongkonan) seperti Ma’bua’, Merok, Mangara dan sejenisnya.
Jenis Musik            :  Gendrang Pamanca
Ciri-ciri                   :
Didominasi dengan alat musik pukul, umumnya ditabuh menggunakan stik (pa’babbala).
Instrumen yang digunakan    :
  • Gendang
  • Gong
  • Anaq Beccing
  • Pui-pui
Fungsi                 :
Sebagai perangkat pelengkap upacara adat.
Jenis Musik            : Gandrang Bulo
Ciri-ciri                   :
Biasa dimainkan berkelompok dan dijadikan tarian khas.
Instrumen yang digunakan    :
  • Alat musik yang terbuat dari bambu
  • Gendang
  • Kecapi
Fungsi                 :
Sebagai sarana hiburan
   
Jenis Musik          : Rampak Gendang
Ciri-ciri                   :
Dimainkan dengan dominasi gendang.
Instrumen yang digunakan    :
  • Gendang
  • Pui-pui
  • Kecapi
Fungsi :
Sebagai sarana hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *